✨ Cara Mencari Suku Ke 20

U2 = suku ke-2 = 8 U 4 = suku ke-4 = 32 Untuk menentukan nilai suku-suku jika diketahui rumus suku ke-n adalah dengan cara memasukkan nilai n ke dalam rumus tersebut. Contoh : Tentukan nilai U 1, U 4, U 6, dan U 10 dari +3 = 20 + 3 = 23 Jadi, suku pertama = 5, suku ke-4 = 11, suku ke-6 = 15, dan suku ke10 = 23 Semoga bermanfaat Menemukanjumlah suku dalam deret aritmetik mungkin terdengar menakutkan, tetapi sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu memasukkan angka ke rumus U n = a + (n - 1) b dan mencari nilai n, yang merupakan jumlah suku.Ketahui bahwa U n adalah angka terakhir dalam deret, a adalah suku pertama dalam deret, dan b adalah beda atau selisih antarsuku bersebelahan. Nahpada postingan ini Mafia Online akan membahas tentang cara mencari suku ke-n dari barisan aritmatika. Cara mencari suku ke-n dari barisan aritmatika ini perlu anda pahami secara konsep karena materi ini akan anda jumpai lagi pada tingkat SMA/MA. Juli (20) 2017 (15) Desember (4) Agustus (11) 2016 (84) November (9) Oktober (17) Agustus (1 Trikmenghitung suku ke-n barisan aritmetika dengan cepat Dalam ujian ataupun ulangan harian matematika di tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat pasti akan menjumpai yang namanya barisan aritmetika. Sesuai judul blognya yaitu belajar singkat, maka kali ini saya akan mencoba memberikan jalan pintas yang ciukup efektif. Tapi ingat, cara ini hanya berlaku untuk barisan aritmetika yang memiliki Diketahuisuku pertama dari barisan geometri adalah 5/2 dan suku ke-4 adalah 20. Top 9: Latihan Soal dan Pembahasan Barisan dan Deret Geometri Bagian 1 Maka suku ke-8 adalah 256.PendahuluanPola bilangan ganjil, contohnya : 1, 3, 5, 7, Rumus menentukan suku ke-n pada pola bilangan ganjil⇒ Uₙ = 2n - 1_____Pola bilangan genap Okeselisihnya 2 ya berarti apabila 4 berarti sini dari + 1 + 2 apabila di sini u5 berarti + 1 + 2 + 3 sampai 3 aja. Berarti kalau di sini u-20 berarti ini dari + 1 + 2 + hingga mas 1818 karena di sini selisihnya 2 ya ini 5 di sini sampai 3 aja sampai 2. Oke seperti itu jadi disini kita tulis satunya yau satunya itu yang akan satunya satu Untukrumus pola bilangan persegi panjangnya pun berbeda, rumusnya yaitu n (n + 1). Contohnya, jika kamu ingin menentukan suku ke-5 pola bilangan persegi panjang kamu hanya tinggal memasukkan ke dalam rumusnya yaitu n (n + 1) = 5 (5 + 1) = 30. Gampang, kan! Berikut adalah contoh pola bilangan persegi panjang: 2, 6, 12, 20, 30, 42, 56, 72, 90, . Dengancara di atas maka untuk menentukan suku ke-n dapat dicari dengan meneruskan pola yang ada. Namun demikian, untuk n yang besar misalnya n = 50, kita akan mengalami kesulitan, untuk itu akan kita pelajari bagaimana menentukan suku ke-ndengan menggunakan rumus Un Jadi suku ke-15 = 43 dan suku ke-20 = 58. b. Barisan Geometri. Caramemperoleh rasio barisan tersebut adalah dengan membagi salah satu elemen dengan elemen sebelumnya, misalkan 2 2 dibagi 2 1 yang hasilnya adalah 2. Untuk menentukan suku ke-20 atau n = 20, kita substitusikan n = 20 ke rumus umumnya. U n = 2n + 3 -> U 20 = 2 ( 20 ) + 3 = 43. HaloMeigan E, kakak bantu jawab ya :) Suku ke-20 nya adalah 10. Barisan adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai karakteristik atau pola tertentu. Barisan bilangan k, merpakan barisan bilangan yag suku-sukunya merupakan bilangan yang sama, yaitu k. Barisan bilangan asli merupakan barisan bilangan dimulai dari 1,2,3,4, Diketahuibarisan aritmetika mempunyai suku ke-2 bernilai 4 dan suku ke-8 bernilai 22. Suku ke-15 barisan tersebut adalahA. 43 B. 40 C. 37 D. 34 . E. 31. Pembahasan / penyelesaian soal. Untuk menjawab soal ini kita harus menentukan terlebih dahulu suku ke-1 atau a dan beda [b] dengan cara sebagai berikut: U. n = a + [n - 1]b; U. 2 = a + [2 Menentukansuku atau bilangan selanjutnya dari suatu barisan bilangan dengan cara mengeneralisasi pola barisan sebelumnya. Suku ke empat = (23 x 2) + 1 = 47. Suku kelima = 20 : 2 = 10. Suku keenam = 10 : 2 = 5 . Tentukan angka satuan pada bilangan 3 100. r6i49V. Artikel Matematika kelas 8 ini membahas mengenai barisan aritmatika bertingkat, meliputi rumus dan beberapa contoh soal untuk meningkatkan pemahamanmu. — Halo, teman-teman! Di artikel sebelumnya, kamu sudah belajar mengenai pengertian serta rumus barisan dan deret aritmatika, ya. Hayoo, ada yang masih ingat, apa bedanya barisan dengan deret aritmatika? Yaps! Betul banget! Barisan aritmatika adalah barisan bilangan yang mempunyai beda selisih yang tetap di antara suku-sukunya yang saling berdekatan, sedangkan deret aritmatika adalah jumlah suku ke-n pertama pada barisan aritmatika. Nah, di materi barisan aritmatika yang sudah kamu pelajari sebelumnya, nilai beda yang tetap antara dua suku yang saling berurutan, bisa langsung kamu temukan. Contohnya, seperti gambar di atas, nih. Kita bisa langsung tahu kalau barisan aritmatika tersebut memiliki nilai beda tetap, yaitu 3. Lalu, gimana nih kalau kamu menemukan soal barisan aritmatika yang nilai bedanya nggak tetap, alias nggak sama? Contohnya, kayak barisan aritmatika di bawah ini. 1, 5, 12, 22, 35, … Nah, kalau kamu perhatikan, pada barisan aritmatika tersebut, beda antara suku pertama U1 dengan suku ke-2 U2 adalah 4. Tapi, beda antara suku ke-2 U2 dengan suku ke-3 U3 adalah 7. Begitupun dengan beda antara dua suku-suku berikutnya yang ternyata nggak sama. Tandanya, nilai beda tetapnya belum langsung bisa kita temukan pada barisan tersebut. Tapi, coba kamu perhatikan hasil dari selisih suku-suku yang saling berdekatannya, deh. Kalau kita anggap selisih suku-suku itu sebagai barisan baru, lalu kita cari kembali nilai bedanya, ternyata suku-suku baru tersebut memiliki nilai beda yang sama atau tetap, ya, yaitu 3 lihat gambar di bawah. Baca Juga Cara Mencari Rumus Pola Bilangan berdasarkan Jenis-Jenis dan Contohnya Nah, jika barisan pertama kita anggap sebagai barisan tingkat satu, lalu suku-suku baru yang merupakan hasil selisih barisan sebelumnya kita anggap sebagai barisan tingkat dua, maka, artinya, nilai beda tetap dari barisan aritmatika tersebut baru bisa kita temukan di tingkat keduanya, ya. Pengertian Barisan Aritmatika Bertingkat Nah, barisan aritmatika yang nilai beda tetapnya nggak langsung ditemukan di tingkat pertamanya, sehingga kita harus mencari beda selisih yang bernilai tetap di tingkat-tingkat berikutnya, bisa kita sebut dengan barisan aritmatika bertingkat. Kalau nilai beda tetapnya langsung bisa ditemukan di barisan tingkat pertamanya, kita bisa menyebutnya dengan barisan aritmatika bertingkat satu. Kalau nilai beda tetapnya ditemukan di barisan tingkat keduanya, kita bisa sebut dengan barisan aritmatika bertingkat dua. Kalau nilai beda tetapnya ditemukan di barisan tingkat ketiganya, kita bisa sebut dengan barisan aritmatika bertingkat tiga, begitupun seterusnya. Jadi, tingkatan pada barisan aritmatika bertingkat itu sebenarnya banyak sekali, ya. Bisa sampai bertingkat lima, enam, tujuh, dan seterusnya. Tapi, kamu nggak perlu khawatir nih, untuk materi barisan aritmatika bertingkat yang ada di SMP ini, biasanya, hanya sampai di tingkatan ke-2 atau ke-3 saja, ya. Paham ya dengan konsep barisan aritmatika bertingkat? Lalu, gimana sih cara mencari suku ke-n Un pada barisan aritmatika bertingkat itu? Baca Juga Belajar Konsep Sistem Koordinat Kartesius dan Cara Membuat Grafiknya, Yuk! Rumus Barisan Aritmatika Bertingkat Dua Untuk mencari Un pada barisan aritmatika bertingkat satu, rumusnya sama saja ya dengan rumus barisan aritmatika yang sudah kamu pelajari sebelumnya, yaitu Un = a + n-1b. Nah, untuk mencari Un pada barisan aritmatika bertingkat dua dan tiga, kamu bisa menggunakan rumus di bawah ini, nih. Sekarang, coba kita cari pola barisan bertingkat duanya ya dari rumus tersebut. Kalau kita masukkan n = 1 ke dalam Un = an2 + bn + c, maka diperoleh suku pertama, yaituUn = an2 + bn + cU1 = a12 + b1 +cU1 = a + b + c Kalau kita masukkan n = 2 ke dalam Un = an2 + bn + c, maka diperoleh suku kedua, yaituUn = an2 + bn + cU2 = a22 + b2 +cU2 = 4a + 2b + c Kalau kita masukkan n = 3 ke dalam Un = an2 + bn + c, maka diperoleh suku ketiga, yaituUn = an2 + bn + cU3 = a32 + b3 +cU3 = 9a + 3b + c Kalau kita masukkan n = 4 ke dalam Un = an2 + bn + c, maka diperoleh suku keempat, yaituUn = an2 + bn + cU4 = a42 + b4 +cU4 = 16a + 4b + c Sehingga, akan diperoleh barisan aritmatika sebagai berikut Kemudian, kalau kita cari beda selisih dari suku-suku tersebut, maka diperoleh Beda suku pertama U1 dengan suku kedua U2 b = U2 – U1 = 4a + 2b + c – a + b + c b = 4a – a + 2b – b + c – c b = 3a + b Beda suku kedua U2 dengan suku ketiga U3 b = U3 – U2 = 9a + 3b + c – 4a + 2b + c b = 9a – 4a + 3b – 2b + c – c b = 5a + b Beda suku ketiga U3 dengan suku keempat U4 b = U4 – U3 = 16a + 4b + c – 9a + 3b + c b = 16a – 9a + 4b – 3b + c – c b = 7a + b Sehingga, beda antara suku-suku yang saling berdekatan pada barisan aritmatika tersebut adalah gambar 1 Nah, karena kita mencari pola barisan aritmatika bertingkat dua menggunakan rumus barisan aritmatika bertingkat dua, maka kamu bisa lihat ya kalau beda antara suku-suku tersebut belum tetap atau sama. Jadi, kita anggap 3a + b, 5a + b, dan 7a + b sebagai suku-suku baru di tingkat pertama. Lalu, kita cari lagi selisih antara suku-suku baru tersebut untuk mendapatkan beda yang tetap di tingkat kedua. Beda suku pertama di tingkat pertama U1* dengan suku kedua di tingkat pertama U2* b = U2* – U1* = 5a + b – 3a + b b = 5a – 3a + b – b = 2a Beda suku kedua di tingkat pertama U2* dengan suku ketiga di tingkat pertama U3* b = U3* – U2* = 7a + b – 5a + b b = 7a – 5a + b – b = 2a Sehingga, beda antara suku-suku baru di tingkat 1 yang saling berdekatan pada barisan aritmatika tersebut adalah gambar 2 Nah, sekarang kamu bisa lihat nih, di tingkat kedua, kita sudah bisa mendapatkan beda yang tetap, yaitu 2a. Baca Juga Cara Menyelesaikan Persamaan Linear Dua Variabel SPLDV Lalu, buat apa sih kita mencari pola barisan aritmatika bertingkat dua, seperti gambar di atas? Tujuannya itu, memudahkan kamu untuk mendapatkan nilai a, b, dan c yang terdapat pada rumus barisan aritmatika bertingkat dua Un = an2 + bn + c. Oke, supaya kamu semakin paham, kita masuk ke contoh soal, deh. Contoh Soal Barisan Aritmatika Bertingkat Dua Tentukan suku ke-7 dari barisan aritmatika bertingkat 5, 6, 9, 14, … Pembahasan Diketahui, U1 = 5, U2 = 6, U3 = 9, dan U4 = 14. Beda antara U1 dengan U2 b = U2 – U1 = 6 – 5 = 1 Beda antara U2 dengan U3 b = U3 – U2 = 9 – 6 = 3 Beda antara U3 dengan U4 b = U4 – U3 = 14 – 9 = 5 Sehingga, diperoleh pola barisan aritmatika sebagai berikut Kemudian, karena bedanya belum tetap sama, kita anggap 1, 3, dan 5 sebagai suku-suku baru di tingkat pertama, dan kita cari selisih antara suku-suku baru tersebut. Beda antara U1* dengan U2* b = U2* – U1* = 3 – 1 = 2 Beda antara U2* dengan U3* b = U3* – U2* = 5 – 3 = 2 Sehingga, diperoleh pola barisan aritmatika bertingkat dua sebagai berikut Nah, kamu masih ingat kan dengan rumus barisan aritmatika bertingkat dua? Yap! Betul! Un = an2 + bn + c. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk mencari nilai a, b, dan c pada rumus tersebut, kita bisa gunakan pola barisan aritmatika bertingkat dua yang sudah kita cari di atas gambar 2. Kita samakan pola barisan aritmatika pada gambar 2 dengan pola barisan aritmatika yang sudah kita peroleh dari soal. Kalau kita lihat polanya, 2a nilainya sama dengan 2. Berarti, a + b + c nilainya sama dengan 5 dan 3a + b nilainya sama dengan 1. Sehingga, 2a = 2a = 1 3a + b = 131 + b = 1b = 1 – 3b = -2 a + b + c = 51 – 2 + c = 5c = 5 – 1 + 2c = 6 Setelah kita dapat nilai a, b, dan c, kita masukkan nilainya ke dalam rumus barisan aritmatika bertingkat dua Un = an2 + bn + c Un = n2 – 2n + 6 Kemudian, kita diminta mencari suku ke-7, berarti U7 dengan n = 7. Jadi, kita masukkan saja nilai n = 7 ke dalam rumus Un = n2 – 2n + 6. U7 = 72 – 27 + 6 = 49 – 14 + 6 = 41 Sampai sini paham ya, teman-teman? Kita lanjut ke rumus barisan aritmatika bertingkat tiga, ya. Baca Juga Cara Mencari Kemiringan Gradien pada Garis Lurus Rumus Barisan Aritmatika Bertingkat Tiga Langkah-langkahnya sama nih dengan yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Kita cari dulu pola barisan aritmatika bertingkat tiganya ya dari rumus di atas. Kalau kita masukkan n = 1 ke dalam Un = an3 + bn2 + cn + d, maka diperoleh suku pertama, yaituUn = an3 + bn2 + cn + dU1 = a13 + b12 + c1 + dU1 = a + b + c + d Kalau kita masukkan n = 2 ke dalam Un = an3 + bn2 + cn + d, maka diperoleh suku kedua, yaituUn = an3 + bn2 + cn + dU2 = a23 + b22 + c2 + dU2 = 8a + 4b + 2c + d Kalau kita masukkan n = 3 ke dalam Un = an3 + bn2 + cn + d, maka diperoleh suku ketiga, yaituUn = an3 + bn2 + cn + dU3 = a33 + b32 + c3 + dU3 = 27a + 9b + 3c + d Kalau kita masukkan n = 4 ke dalam Un = an3 + bn2 + cn + d, maka diperoleh suku keempat, yaituUn = an3 + bn2 + cn + dU4 = a43 + b42 + c4 + dU4 = 64a + 16b + 4c + d Kalau kita masukkan n = 5 ke dalam Un = an3 + bn2 + cn + d, maka diperoleh suku kelima, yaituUn = an3 + bn2 + cn + dU5 = a53 + b52 + c5 + dU5 = 125a + 25b + 5c + d Kemudian, kalau kita cari beda selisih dari suku-suku tersebut, maka diperoleh Beda suku pertama U1 dengan suku kedua U2 b = U2 – U1 = 8a + 4b + 2c + d – a + b + c + d b = 8a – a + 4b – b + 2c – c + d – d b = 7a + 3b + c Beda suku kedua U2 dengan suku ketiga U3 b = U3 – U2 = 27a + 9b + 3c + d – 8a + 4b + 2c + d b = 27a – 8a + 9b – 4b + 3c – 2c + d – d b = 19a + 5b + c Beda suku ketiga U3 dengan suku keempat U4 b = U4 – U3 = 64a + 16b + 4c + d – 27a + 9b + 3c + d b = 64a – 27a + 16b – 9b + 4c – 3c + d – d b = 37a + 7b + c Beda suku ketiga U4 dengan suku keempat U5 b = U5 – U4 = 125a + 25b + 5c + d – 64a + 16b + 4c + d b = 125a – 64a + 25b – 16b + 4c – 3c + d – d b = 61a + 9b + c Sehingga, beda antara suku-suku yang saling berdekatan pada barisan aritmatika tersebut adalah gambar 3 Karena beda antara suku-sukunya belum sama, kita anggap 7a + 3b + c, 19a + 5b + c, 37a + 7b + c, dan 61a + 9b + c sebagai suku-suku baru di tingkat pertama. Lalu, kita cari lagi selisih antara suku-suku baru tersebut untuk mendapatkan beda yang tetap. Beda suku pertama di tingkat pertama U1* dengan suku kedua di tingkat pertama U2* b = U2* – U1* = 19a + 5b + c – 7a + 3b + c b = 19a – 7a + 5b – 3b + c – c b = 12a + 2b Beda suku kedua di tingkat pertama U2* dengan suku ketiga di tingkat pertama U3* b = U3* – U2* = 37a + 7b + c – 19a + 5b + c b = 37a – 19a + 7b – 5b + c – c b = 18a + 2b Beda suku kedua di tingkat pertama U3* dengan suku ketiga di tingkat pertama U4* b = U4* – U3* = 71a + 9b + c – 37a + 7b + c b = 61a – 37a + 9b – 7b + c – c b = 24a + 2b Sehingga, beda antara suku-suku baru di tingkat 1 yang saling berdekatan pada barisan aritmatika tersebut adalah gambar 4 Baca Juga Yuk, Kita Belajar Cara Menentukan Persamaan Garis Lurus! Kita masih belum menemukan nilai beda yang tetap nih, oleh karena itu, kita anggap 12a + 2b, 18a + 2b, dan 24a + 2b sebagai suku-suku baru di tingkat kedua. Lalu, kita cari lagi selisih suku-suku baru tersebut agar mendapat nilai beda yang tetap. Beda suku pertama di tingkat pertama U1** dengan suku kedua di tingkat pertama U2** b = U2** – U1** = 18a + 2b – 12a + 2b b = 18a – 12a + 2b – 2b b = 6a Beda suku kedua di tingkat pertama U2** dengan suku ketiga di tingkat pertama U3** b = U3** – U2** = 24a + 2b – 18a + 2b b = 24a – 18a + 2b – 2b b = 6a Sehingga, beda antara suku-suku baru di tingkat 2 yang saling berdekatan pada barisan aritmatika tersebut adalah gambar 5 Sekarang, kamu bisa lihat kan, di tingkat kedua, kita sudah bisa mendapatkan beda yang tetap, yaitu 6a. Sama seperti pola pada barisan aritmatika bertingkat dua, pola barisan aritmatika bertingkat tiga tersebut akan membantu kita untuk mencari nilai a, b, c, dan d pada rumus barisan aritmatika bertingkat tiga Un = an3 + bn2 + cn + d. Oke, seperti biasa, supaya kamu nggak bingung, yuk kita kerjakan soal di bawah ini sama-sama, ya! Contoh Soal Barisan Aritmatika Bertingkat Tiga Tentukanlah suku ke-10 dari barisan aritmatika bertingkat 1, 3, 11, 31, 69, … Pembahasan Diketahui, U1 = 1, U2 = 3, U3 = 11, U4 = 31, dan U5 = 69. Beda antara U1 dengan U2 b = U2 – U1 = 3 – 1 = 2 Beda antara U2 dengan U3 b = U3 – U2 = 11 – 3 = 8 Beda antara U3 dengan U4 b = U4 – U3 = 31 – 11 = 20 Beda antara U4 dengan U5 b = U5 – U4 = 69 – 31 = 38 Sehingga, diperoleh pola barisan aritmatika sebagai berikut Kemudian, karena bedanya belum tetap sama, kita anggap 2, 8, 20, dan 38 sebagai suku-suku baru di tingkat pertama, dan kita cari selisih antara suku-suku baru tersebut. Beda antara U1* dengan U2* b = U2* – U1* = 8 – 2 = 6 Beda antara U2* dengan U3* b = U3* – U2* = 20 – 8 = 12 Beda antara U3* dengan U4* b = U4* – U3* = 38 – 20 = 18 Sehingga, diperoleh pola barisan aritmatika bertingkat dua sebagai berikut Baca Juga Pengertian Relasi dan Fungsi serta Cara Menyatakannya Nilai bedanya belum sama, kita anggap lagi 6, 12, dan 18 sebagai suku-suku baru di tingkat kedua, dan kita cari selisihnya kembali. Beda antara U1** dengan U2** b = U2** – U1** = 12 – 6 = 6 Beda antara U2** dengan U3** b = U3** – U2** = 18 – 12 = 6 Sehingga, diperoleh pola barisan aritmatika bertingkat tiga sebagai berikut Rumus barisan aritmatika bertingkat tiga, yaitu Un = an3 + bn2 + cn + d. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk mencari nilai a, b, c, dan d pada rumus tersebut, kita bisa gunakan pola barisan aritmatika bertingkat tiga yang sudah kita cari di atas gambar 5. Selanjutnya, kita samakan pola barisan aritmatika pada gambar 5 dengan pola barisan aritmatika yang sudah kita peroleh dari soal. Kalau kita lihat polanya, 6a nilainya sama dengan 6. Berarti, a + b + c nilainya sama dengan 1, 7a + 3b + c nilainya sama dengan 2, dan 12a + 2b nilainya sama dengan 6. Sehingga, 6a = 6a = 1 12a + 2b = 6121 + 2b = 62b = 6 – 122b = -6b = -6/2b = -3 7a + 3b + c = 271 + 3-3 + c = 27 – 9 + c = 2c = 2 – 7 + 9c = 4 a + b + c + d = 11 – 3 + 4 + d = 12 + d = 1d = 1 – 2d = -1 Setelah kita dapat nilai a, b, c, dan d, kita masukkan nilainya ke dalam rumus barisan aritmatika bertingkat tiga Un = an3 + bn2 + cn + d Un = n3 – 3n2 + 4n – 1 Kemudian, kita diminta mencari suku ke-10, berarti U10 dengan n = 10. Jadi, kita masukkan saja nilai n = 10 ke dalam rumus Un = n3 – 3n2 + 4n – 1. U10 = 103 – 3102 + 410 – 1 U10 = 1000 – 300 + 40 – 1 = 739 Baca Juga Mengenal Statistika dan Diagram Penyajian Data, Kuy! Oke, selesai sudah materi kita kali ini, ya. Wah, untuk materi barisan aritmatika bertingkat ini, sepintas memang cukup sulit, ya. Rumus untuk mencari suku barisan bertingkat juga berbeda pada tiap tingkatannya. Tapi, kamu bisa menaklukkan materi ini dengan banyak berlatih soal, lho. Download aja aplikasi Ruangguru dan asah kemampuanmu dengan berlatih berbagai macam tipe soal di ruangbelajar! Referensi As’ari AR, Tohir M, dkk. 2017 Matematika Kelas VIII SMP/MTs. Edisi Revisi. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Artikel diperbarui pada 12 Oktober 2022. Kelas 8 SMPPOLA BILANGAN DAN BARISAN BILANGANRagam Pola BilanganTentukan suku ke-20 dari barisan bilangan; 1, 3, 6, 10,... dengan menggunakan rumus Pola BilanganPOLA BILANGAN DAN BARISAN BILANGANBILANGANMatematikaRekomendasi video solusi lainnya0222Pola ABBCCCDDDDABBCCCDDDDABBCCCDDDD berulang sampai tak h...0316Rumus suku ke-n dari barisan -4, -1, 4, 11, ... adalah......0228Dalam suatu gedung pertunjukan terdapat 9 baris kursi. Pa...0336Diketahui vektor a = -4 6 5 dan vektor b =2 -1 -3 te...Teks videoDalam mengerjakan soal ini kita akan menggunakan rumus rekursif ya ingat rumus rekursif itu adalah suatu rumus yang menyatakan nilai berikutnya diperoleh dengan memuat nilai sebelumnya secara berulang-ulang. Jadi kita lihat dari pola kepala di sini aja kita tahu bahwa di sini mulai dari udu Ayah bisakan u-22 di sini berarti 1 ditambah 2. Jadi kita tulis di sini udah itu adalah u 1 ditambah 2. Ok lalu di sini untuk Uti ga ternyata disini dari u 2 ditambah 3 namun di sini kita gunakan juga tetap yang sama + 2 jadi di sini u 2 ditambah 2 namun di sini ditambah 1 Jadi kita tetap gunakan yang rumus yang sebelumnya seperti itu ya oke apabila kita serahkan 2 itu ya U2 itu adalah u 1 ditambah 212 itu adalah u 1 ditambah 2 jadi di sinisubtitusi U2 dengan u 1 + 2 jadi kita diskusi 1 + 2 + 2 + 1 sehingga dapat kita tulis di sini U1 + ini 2 * 2 ya karena 2 nya ada 2 + 1 * 10 satu seperti ini sekarang kita lanjut lagi ke-4 di sini berarti dari u 3 ya 3 dari u 3 nya itu 6 berarti ditambah 6 ditambah 4 tapi kita tetap maka 2 + 2-nya kita harus tetap terus ya yang salah berarti + 2 namun disini Plus2 jadi 3 + 2 + 2 jadinya aku 34 ya tentunya ya ingat kita masih tetap gunakan + 2 berdasarkan pola yang sebelumnya yakni + 2 + 2 + 26 terdapat pola yang berbeda lagi kelas dua jadi dapat kita tulis di sini untuk 43 di sini kan tadi sudah dapat 1 + 2 * 2 + 13 * 10 1 + 2 * 2 + 1 + 2+ 2 Oke dari sini 2 * 2 + 2 * 2 ini dapat kita sadar akan menjadi U1 + ingat dua kali dua ini dua kali satu Sebenarnya ya pasti jadi 2 * 3 seperti itu ya tinggal 8 saja 2 + 1 di sini berarti + 1 + 2 apabila kita lagi untukku 55 berarti ini + 2 + 3 + 4 + 15 Sin 15 dan seterusnya dan seterusnya berarti kita lihat dari 4 ini berarti ditambah ya berarti 4 ditambah dengan 5 tapi di sini kita terlihat tetap kelas 2 dan + 3 kayak kita sabar sudah dapat polanya ya Jadi untuk ngumpet di sini kita tadi subtitusi dengan yang ini satu sampai ini semua berarti 1 + 2 * 3 + 1 + 2 adalah umpatnya lalu sisanya yang kita tulis + 2q kita kerjain ya ini 4 berarti + 2 + 3 Halo, kita dapat Sederhanakan di sini berarti 1 + dan ini 2 * 3 Ini 1 * 2 atau 2 * 1 sama saja Berarti 2 * 3 Ini 2. * 1 berarti jadi 2 * 4 dan sisanya kita tulis Yakni + 1 + 2 + 3. OK kita hampir sudah dapat menemukan polanya kita lihat disini untuk Uti gak ingat u 3 + u 1 + 2 * 2 apabila di sini 3 berarti di sini 2 apabila di sini 4 di sini 3 selesai satu ya apabila di sini 5 berarti di sini 4. Oke jadi apabila kita lanjutkan nih pola berikutnya berarti masakan sampai pola ke-20 suku ke-20 berarti suku ke-20 berarti U1 kita tulis ya ditambah 2 * 19 seperti itu dari mana 19 jam Jadi kita lihat polanya aplikasinya 3 ini 24 jadi 3 ini 4 jadi 20 ini 2 x 19 dan sisanya yang ini kita tulis Kita lihat polanya lagi apabila ini U3 ini hanya + 1 sampai 1 saja Apabila di sini 4 berarti sini + 1 + 2 lihat angka yang terakhirnya ya kayak gini + 2 ini + 1 Ini 4 sini dua di sini 5 di sini 3. Oke selisihnya 2 ya berarti apabila 4 berarti sini dari + 1 + 2 apabila di sini u5 berarti + 1 + 2 + 3 sampai 3 aja. Berarti kalau di sini u-20 berarti ini dari + 1 + 2 + hingga mas 1818 karena di sini selisihnya 2 ya ini 5 di sini sampai 3 aja sampai 2. Oke seperti itu jadi disini kita tulis satunya yau satunya itu yang akan satunya satu berarti 1 ditambah 2 x 9 x ditambah yang ini kita dapat menggunakan rumus rumus berikut ya Mobil ada 1 + 2 + 3 sampai + n ini berarti n tambah satu per dua jadi berasal ini dapat kita tulis di sini menjadi energi yang terakhir ya 1 + 2 + 3 sampai 4 inch 18 berarti 18 dikali dengan 18 + 1 ini dibagi dua kita makan di sini 1 + 2 x 1238 dan ini 18 dan 2 nih. Kita serahkan menjadi 9 ya ditambah 9 dikali 19 yakni Ini hasilnya menjadi 39 + 19 itu 170-171 plus dengan 39 itu adalah hasilnya 210 dan ini adalah hasilnya u-20 nya itu 210 seperti itu ya sampai jumpa di video nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Mahasiswa/Alumni Universitas Galuh Ciamis12 November 2021 1914Halo Roy, jawaban untuk soal ini adalah dan Soal tersebut merupakan materi barisan aritmatika. Barisan Aritmatika Un adalah barisan bilangan yang memiliki pola yang tetap. Ingat! Rumus mencari suku ke-n atau Un Un = a + n-1b dengan Un = suku ke-n U1 = a = suku ke-1/ pertama n = banyak suku pada barisan aritmatika Rumus mencari beda b b = Un - Un-1 dengan b=beda Un = suku ke-n Un-1 = suku ke- n-1 Diketahui, Ditanyakan, suku ke-6, suku ke-10, dan suku ke-20 Dijawab, U1 = a = b = U2 - U1 b= - b = - 25 Mencari suku ke 6 Un = a + n-1b U6 = + 6-1 - 25 = 5 - 25 = -125 = - 125 = Mencari suku ke 10 Un = a + n-1b U10 = + 10-1 - 25 = 9 - 25 = -225 = -225 = Mencari suku ke 20 Un = a + n-1b U20 = + 20-1 - 25 = 19 - 25 = -475 = - 475 = Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suku ke-6, suku ke-10, dan suku ke-20 berturut-turut adalah dan Terima kasih sudah bertanya, semoga bermanfaat. Terus gunakan Roboguru sebagai teman belajar kamu yaŸ˜Š

cara mencari suku ke 20